jurnal berita sttdiadkonos – 10 Juni 2026 |
Revisi UU Polri kini mengakomodasi penyandang disabilitas untuk menjadi anggota Polri. Polri membuka rekrutmen dengan prinsip inklusivitas dan aksesibilitas.
Sejarah Rekrutmen Polri
Sebelumnya, rekrutmen Polri hanya terbuka untuk masyarakat umum yang memiliki kemampuan fisik dan mental yang baik. Namun, dengan disahkannya UU baru, Polri kini membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bergabung.
Prinsip Inklusivitas dan Aksesibilitas
Dalam rekrutmen kali ini, Polri berkomitmen untuk menerapkan prinsip inklusivitas dan aksesibilitas. Artinya, semua proses rekrutmen akan dirancang untuk memastikan bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk bergabung dengan Polri.
Proses Rekrutmen
Proses rekrutmen akan dimulai dengan tahap pendaftaran, diikuti dengan seleksi administratif, seleksi fisik, dan seleksi psikologis. Polri akan menyediakan fasilitas dan aksesibilitas yang memadai untuk memastikan bahwa penyandang disabilitas dapat mengikuti proses rekrutmen dengan lancar.
| Tahap Rekrutmen | Deskripsi |
|---|---|
| Pendaftaran | Pelamar mendaftar secara online atau offline |
| Seleksi Administratif | Pelamar diseleksi berdasarkan dokumen dan persyaratan |
| Seleksi Fisik | Pelamar diuji kemampuan fisiknya |
| Seleksi Psikologis | Pelamar diuji kemampuan psikologisnya |
Manfaat Rekrutmen untuk Disabilitas
Dengan membuka rekrutmen untuk disabilitas, Polri dapat memperoleh beberapa manfaat, antara lain:
- Meningkatkan keberagaman dan inklusivitas dalam keanggotaan Polri
- Memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkarir
- Meningkatkan citra Polri sebagai lembaga yang peduli dengan hak asasi manusia
Dengan demikian, rekrutmen Polri untuk disabilitas ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat dan lembaga Polri itu sendiri.
