jurnal berita sttdiadkonos – 23 Juni 2026 | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Rano Karno baru-baru ini bertemu dengan duta ‘sister city‘ dalam rangka memperingati HUT Jakarta ke-499. Pertemuan ini membahas tentang kerja sama yang terhenti dan transportasi.
Latar Belakang
DKI Jakarta memiliki beberapa kota ‘sister city’ yang merupakan kota-kota lain di dunia yang memiliki hubungan kerja sama dengan Jakarta. Kerja sama ini meliputi berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Namun, Wagub DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan bahwa banyak kerja sama ‘sister city’ yang tidak aktif.
Kerja Sama yang Terhenti
Rano Karno menyatakan bahwa kerja sama ‘sister city’ yang tidak aktif disebabkan oleh beberapa faktor, seperti perubahan pemerintahan, perubahan kebijakan, dan kurangnya komunikasi antara kedua kota. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah DKI Jakarta akan menata kembali kerja sama ‘sister city’ yang tidak aktif tersebut.
| Kota ‘Sister City’ | Bidang Kerja Sama | Status |
|---|---|---|
| Tokyo, Jepang | Ekonomi, Pendidikan | Tidak Aktif |
| Seoul, Korea Selatan | Kesehatan, Teknologi | Aktif |
| Beijing, China | Ekonomi, Kebudayaan | Tidak Aktif |
Langkah yang Akan Diambil
Untuk menata kembali kerja sama ‘sister city’ yang tidak aktif, pemerintah DKI Jakarta akan melakukan beberapa langkah, seperti melakukan komunikasi dengan kota ‘sister city’, meninjau kembali kerja sama yang telah dilakukan, dan mencari bidang kerja sama yang baru. Rano Karno juga menyatakan bahwa pemerintah DKI Jakarta akan memperkuat kerja sama dengan kota ‘sister city’ yang masih aktif.
Dengan demikian, diharapkan kerja sama ‘sister city’ antara DKI Jakarta dan kota-kota lain di dunia dapat berjalan dengan efektif dan memberikan manfaat bagi kedua kota. Pemerintah DKI Jakarta juga berharap bahwa kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jakarta dan meningkatkan kemajuan kota Jakarta.
