jurnal berita sttdiadkonos – 16 April 2026 | Viral oknum guru besar Unpad diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi asing. Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, buka suara tentang kasus ini.
Latar Belakang Kasus
Kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswi asing ini menjadi perhatian publik setelah video yang menampilkan adegan pelecehan tersebut beredar di media sosial. Video tersebut menunjukkan seorang pria yang diduga sebagai guru besar Unpad sedang melakukan tindakan yang tidak pantas terhadap seorang mahasiswi asing.
Tanggapan Rektor Unpad
Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, membuka suara tentang kasus ini. Dalam sebuah pernyataan, Rektor Arief menyatakan bahwa Unpad sangat serius menangani kasus ini dan telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus tersebut.
Rektor Arief juga menyatakan bahwa Unpad memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan semua mahasiswa, termasuk mahasiswa asing. Ia menegaskan bahwa Unpad tidak akan toleran terhadap tindakan pelecehan seksual dan akan mengambil tindakan yang tegas terhadap pelaku.
Langkah yang Diambil Unpad
Unpad telah mengambil beberapa langkah untuk menangani kasus ini. Pertama, Unpad telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus tersebut. Tim investigasi ini akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengumpulkan bukti dan menyelidiki kasus tersebut.
Kedua, Unpad telah memberikan dukungan kepada mahasiswi asing yang menjadi korban pelecehan seksual. Unpad telah menyediakan layanan konseling dan dukungan lainnya untuk membantu mahasiswi tersebut pulih dari trauma yang dialaminya.
Ketiga, Unpad telah meningkatkan keamanan di kampus untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa depan. Unpad telah menambahkan pengawasan dan meningkatkan pencahayaan di area kampus untuk memastikan keselamatan semua mahasiswa.
Refleksi dan Tindakan Lanjut
Kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswi asing ini telah menyadarkan kita tentang pentingnya menjaga keselamatan dan kenyamanan semua mahasiswa, termasuk mahasiswa asing. Kasus ini juga telah menunjukkan bahwa institusi pendidikan tinggi harus memiliki komitmen yang kuat untuk mencegah dan menangani kasus pelecehan seksual.
Oleh karena itu, Unpad dan institusi pendidikan tinggi lainnya harus terus meningkatkan upaya untuk mencegah dan menangani kasus pelecehan seksual. Ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang pelecehan seksual, serta meningkatkan keamanan dan dukungan untuk semua mahasiswa.
Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk semua mahasiswa, sehingga mereka dapat belajar dan berkembang dengan maksimal.
