jurnal berita sttdiadkonos – 14 Juni 2026 | Rutan Kelas I Surabaya telah menerapkan sanksi pelanggaran yang unik dengan membaca dan menulis esai. Keputusan ini mendapat dukungan dari Komisi XIII DPR.
Latar Belakang
Rutan Kelas I Surabaya merupakan salah satu lembaga pemasyarakatan yang berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Lembaga ini memiliki kapasitas untuk menampung lebih dari 1.000 narapidana. Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan mengurangi tingkat pelanggaran, Rutan Kelas I Surabaya telah mengembangkan sebuah program yang inovatif.
Program Sanksi Baca Buku
Program sanksi baca buku ini dirancang untuk memberikan hukuman yang edukatif dan konstruktif bagi para narapidana yang melakukan pelanggaran. Dengan membaca buku dan menulis esai, diharapkan narapidana dapat meningkatkan kemampuan literasinya, memperluas wawasan, dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mengurangi tingkat stres dan kebosanan di kalangan narapidana.
| No | Jenis Pelanggaran | Sanksi |
|---|---|---|
| 1 | Pelanggaran ringan | Membaca buku selama 1 minggu |
| 2 | Pelanggaran sedang | Membaca buku selama 2 minggu dan menulis esai |
| 3 | Pelanggaran berat | Membaca buku selama 3 minggu, menulis esai, dan melakukan kegiatan komunitas |
Dukungan dari Komisi XIII DPR
Komisi XIII DPR telah menyatakan dukungannya terhadap program sanksi baca buku yang diterapkan oleh Rutan Kelas I Surabaya. Menurut mereka, program ini merupakan salah satu contoh inovatif dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan mengurangi tingkat pelanggaran di lembaga pemasyarakatan. Dengan demikian, diharapkan program ini dapat menjadi model bagi lembaga pemasyarakatan lainnya di Indonesia.
Program sanksi baca buku ini telah menunjukkan hasil yang positif dalam beberapa bulan terakhir. Tingkat pelanggaran di Rutan Kelas I Surabaya telah menurun secara signifikan, dan para narapidana telah menunjukkan peningkatan kemampuan literasi dan keterampilan berpikir kritis. Oleh karena itu, program ini layak untuk dilanjutkan dan dikembangkan lebih lanjut.
