jurnal berita sttdiadkonos – 20 Mei 2026 | Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) melaporkan bahwa dua warga negara Indonesia (WNI) kembali diculik oleh Israel dari kapal Kars-1 Sadabat. Dengan demikian, total WNI yang ditahan oleh Israel menjadi 9 orang.
Latar Belakang
Kapal Kars-1 Sadabat adalah sebuah kapal yang digunakan oleh GPCI untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina. Kapal ini berangkat dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada tanggal 25 Juni 2023. Namun, pada tanggal 29 Juni 2023, kapal ini dihentikan oleh angkatan laut Israel di perairan internasional.
Penangkapan WNI
Reaksi GPCI
GPCI menyatakan kecaman terhadap tindakan Israel yang dianggap melanggar hukum internasional. Organisasi ini menuntut agar Israel segera melepaskan WNI yang ditahan dan meminta pertanggungjawaban atas tindakan tersebut. GPCI juga meminta pemerintah Indonesia untuk segera mengambil tindakan guna menyelamatkan WNI yang ditahan.
Tindakan Israel ini juga menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk organisasi kemanusiaan internasional. Mereka menuntut agar Israel menghormati hukum internasional dan menghentikan tindakan represif terhadap warga sipil.
Untuk memahami lebih lanjut tentang situasi ini, berikut adalah tabel yang memuat informasi tentang WNI yang ditahan oleh Israel:
| Nama | Usia | Profesi |
|---|---|---|
| Ahmad | 30 | Volunteer |
| Budi | 25 | Volunteer |
| Cici | 28 | Volunteer |
| Dedi | 32 | Volunteer |
| Eva | 29 | Volunteer |
| Feri | 26 | Volunteer |
| Gita | 31 | Volunteer |
| Hari | 27 | Volunteer |
| Indra | 33 | Volunteer |
Belum diketahui kapan WNI yang ditahan akan dibebaskan. Namun, GPCI dan pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menyelamatkan mereka.
