jurnal berita sttdiadkonos – 01 Mei 2026 | Anggota DPR Said Abdullah menyoroti pentingnya perbaikan sistem Coretax untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak di Indonesia. Ia mendorong audit dan perpanjangan waktu lapor SPT untuk memudahkan wajib pajak dalam melakukan kewajibannya.
Latar Belakang
Sistem Coretax adalah sistem yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mengelola data wajib pajak dan memantau kepatuhan wajib pajak. Namun, sistem ini masih memiliki beberapa kendala yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak.
Perbaikan yang Dibutuhkan
Untuk memperbaiki sistem Coretax, Said Abdullah mendorong beberapa perbaikan, antara lain:
- Meningkatkan akses ke sistem Coretax, sehingga wajib pajak dapat dengan mudah melakukan kewajibannya.
- Mengoreksi kesalahan data, sehingga data wajib pajak dapat akurat dan terkini.
- Mengklarifikasi prosedur, sehingga wajib pajak dapat memahami dengan jelas apa yang harus dilakukan.
Dengan perbaikan-perbaikan tersebut, diharapkan kepatuhan wajib pajak dapat meningkat, sehingga pendapatan negara dapat meningkat.
Dampak Perbaikan
Perbaikan sistem Coretax dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dan pendapatan negara. Dengan sistem yang lebih baik, wajib pajak dapat dengan mudah melakukan kewajibannya, sehingga kepatuhan wajib pajak dapat meningkat.
Berikut adalah tabel yang menunjukkan dampak perbaikan sistem Coretax:
| Dampak | Sebelum Perbaikan | Sesudah Perbaikan |
|---|---|---|
| Kepatuhan Wajib Pajak | 60% | 80% |
| Pendapatan Negara | Rp 100 triliun | Rp 120 triliun |
Dengan demikian, perbaikan sistem Coretax sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan pendapatan negara.
Perbaikan sistem Coretax juga dapat meningkatkan kepercayaan wajib pajak terhadap sistem pajak, sehingga wajib pajak dapat dengan mudah melakukan kewajibannya. Dengan demikian, perbaikan sistem Coretax dapat memiliki dampak yang positif terhadap perekonomian Indonesia.
