jurnal berita sttdiadkonos – 23 Maret 2026 | Rennes kembali menegaskan ambisinya untuk menembus kompetisi Eropa setelah menaklukkan Metz dengan skor tipis dalam laga pekan ke-25 Ligue 1 yang digelar pada 23 Maret 2026. Pertandingan yang berlangsung di Roazhon Park ini tidak hanya menjadi ajang balas dendam atas kekalahan sebelumnya, melainkan juga menandai perubahan taktik signifikan yang diterapkan oleh pelatih Franck Haise.
Latar Belakang Pertandingan
Rennes masuk ke laga melawan Metz dengan posisi tengah klasemen, mengincar tiga poin penting untuk memperkuat peluang kualifikasi ke kompetisi Eropa. Sementara itu, Metz berada di zona rehat, berupaya mengumpulkan poin demi menghindari zona degradasi. Kedua tim sama-sama membutuhkan hasil positif, namun motivasi Rennes terasa lebih intens karena target ambisius mereka.
Perubahan Strategi Franck Haise
Pelatih Rennes, Franck Haise, melakukan beberapa penyesuaian taktik yang mencolok. Pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, Haise lebih mengandalkan formasi 4‑3‑3 dengan tekanan tinggi di lini tengah. Namun untuk laga melawan Metz, ia beralih ke formasi 3‑5‑2, menambahkan dua penyerang cepat untuk memanfaatkan ruang di belakang pertahanan lawan.
Strategi ini juga menampilkan peran penting pemain sayap yang ditarik lebih dalam, memperkuat lini tengah dan memberikan fleksibilitas dalam transisi menyerang. Selain itu, Haise menekankan pentingnya pressing terkoordinasi pada fase kehilangan bola, sehingga Metz sulit mengatur serangan balik.
Jalannya Pertandingan
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Rennes langsung menekan dari menit pertama, memaksa Metz bermain defensif. Pada menit ke-12, Rennes berhasil membuka keunggulan melalui gol tunggal striker utama mereka, yang memanfaatkan umpan silang dari sayap kanan.
Metz berusaha membalas, namun pertahanan Rennes yang kini lebih padat berkat tiga bek tengah berhasil menahan serangan demi serangan. Pada pertengahan babak pertama, Metz berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas yang akurat, membuat skor menjadi imbang 1‑1.
Menjelang jeda, Haise melakukan pergantian pemain yang memperkuat lini serang. Kedatangan penyerang pengganti membawa dinamika baru, dan pada menit ke-44, Rennes berhasil mencetak gol kedua lewat aksi kombinasi cepat antara gelandang tengah dan penyerang baru.
Babak kedua menjadi arena pertarungan taktik. Metz meningkatkan intensitas serangan, namun Rennes menanggapi dengan serangan balik yang cepat. Pada menit ke-67, Metz hampir menyamakan kedudukan lagi lewat peluang tunggal yang sayangnya meleset.
Di menit-menit akhir, Rennes berhasil menjaga keunggulan meski menghadapi tekanan berat. Pertahanan tiga bek tetap solid, sementara kiper Rennes melakukan beberapa penyelamatan krusial, memastikan kemenangan 2‑1.
Dampak Kemenangan
Kemenangan ini membawa Rennes naik tiga posisi di klasemen, menempatkan mereka di zona kualifikasi Eropa. Selain tiga poin penting, hasil ini juga meningkatkan moral tim menjelang pertandingan-pertandingan akhir musim yang krusial.
Secara statistik, Rennes mencatat penguasaan bola 58%, 18 tembakan (8 tepat sasaran), serta 5 serangan ke area penalti. Metz, di sisi lain, memiliki 42% penguasaan, 12 tembakan (5 tepat sasaran), dan 3 serangan ke kotak penalti.
- Skor akhir: Rennes 2‑1 Metz
- Gol Rennes: Penyerang utama (menit 12), Penyerang pengganti (menit 44)
- Gol Metz: Tendangan bebas (menit 28)
- Poin tambahan: Rennes naik ke peringkat 7, Metz turun ke peringkat 16
Dengan hasil ini, Rennes kini berada di jalur yang lebih terbuka untuk mengamankan tempat di kompetisi Eropa, sementara Metz harus kembali memperbaiki performa untuk menghindari zona relegasi. Pertandingan ini sekaligus menegaskan efektivitas perubahan taktik Haise, yang tampaknya menjadi kunci utama dalam kebangkitan Rennes musim ini.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi tim lain yang tengah mencari formula kemenangan di tengah tekanan kompetisi yang semakin ketat.
