jurnal berita sttdiadkonos – 08 Juni 2026 | Gina Yuniharti, calon pengantin dari Bandung, menjadi korban WO bodong. Dia dan temannya kehilangan total Rp 64 juta menjelang pernikahan.
Latar Belakang Kejadian
Kejadian ini terjadi beberapa hari sebelum pernikahan Gina. Dia dan temannya mempercayakan uang tersebut kepada seseorang yang mengaku sebagai WO (Wedding Organizer) untuk mengurus pernikahan mereka. Namun, beberapa hari sebelum pernikahan, WO tersebut menghilang dan tidak dapat dihubungi.
Modus Operandi WO Bodong
Modus operandi WO bodong ini biasanya dengan menawarkan jasa mengurus pernikahan dengan harga yang murah dan menjanjikan kemudahan dalam mengurus pernikahan. Namun, setelah calon pengantin mempercayakan uang kepada mereka, mereka akan menghilang dan tidak dapat dihubungi.
Dampak Kejadian Ini
Kejadian ini telah menyebabkan kerugian besar bagi Gina dan temannya. Mereka kehilangan total Rp 64 juta yang seharusnya digunakan untuk biaya pernikahan. Selain itu, kejadian ini juga telah menyebabkan stres dan kecemasan bagi Gina dan temannya.
Untuk menghindari kejadian seperti ini, calon pengantin sebaiknya berhati-hati dalam memilih WO. Mereka sebaiknya melakukan penelitian dan meminta referensi dari teman atau keluarga sebelum mempercayakan uang kepada WO.
Langkah Pencegahan
- Pilih WO yang terpercaya dan memiliki reputasi baik
- Lakukan penelitian dan meminta referensi dari teman atau keluarga
- Jangan mempercayakan uang kepada WO yang tidak jelas atau tidak memiliki izin
- Pastikan WO memiliki kontrak yang jelas dan dapat dipercaya
Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan tersebut, calon pengantin dapat menghindari kejadian seperti ini dan memiliki pernikahan yang sukses dan bahagia.
