jurnal berita sttdiadkonos – 27 Maret 2026 | Bagher Ghalibaf, seorang tokoh politik Iran yang memiliki pengalaman luas dalam bidang militer dan pemerintahan, belakangan ini menjadi sorotan internasional. Nama Ghalibaf mencuat ke permukaan setelah beberapa sumber mengungkapkan bahwa ia merupakan calon yang dipilih oleh pemerintahan AS, khususnya Donald Trump, untuk menjadi pemimpin Iran di masa depan.
Latar Belakang Bagher Ghalibaf
Bagher Ghalibaf lahir pada tahun 1961 di Tehran, Iran. Ia memulai karirnya dalam bidang militer dan kemudian bergabung dengan Garda Revolusi Iran. Ghalibaf dikenal sebagai seorang yang memiliki pandangan konservatif dan memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan Iran. Ia pernah menjabat sebagai Walikota Tehran dan juga sebagai Kepala Kepolisian Nasional Iran.
Pengalaman Politik Ghalibaf
Ghalibaf memiliki pengalaman politik yang luas. Ia pernah mencalonkan diri sebagai presiden Iran pada tahun 2013, namun kalah dari Hassan Rouhani. Meskipun demikian, Ghalibaf tetap menjadi tokoh yang berpengaruh dalam pemerintahan Iran. Ia dikenal sebagai seorang yang memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik dan memiliki visi untuk memajukan Iran.
Hubungan Ghalibaf dengan AS
Hubungan Ghalibaf dengan AS sangat kontroversial. Beberapa sumber mengungkapkan bahwa Ghalibaf memiliki hubungan yang dekat dengan pemerintahan AS, khususnya dengan Donald Trump. Ghalibaf dilihat sebagai calon yang potensial untuk menjadi pemimpin Iran di masa depan, karena ia dianggap memiliki kemampuan untuk memajukan Iran dan memperbaiki hubungan dengan AS.
Reaksi Internasional
Reaksi internasional terhadap kemunculan Ghalibaf sebagai calon pemimpin Iran sangat beragam. Beberapa negara, seperti Israel, mengungkapkan kekhawatiran atas kemunculan Ghalibaf, karena ia dianggap sebagai seorang yang memiliki pandangan konservatif dan anti-Israel. Sementara itu, beberapa negara lain, seperti Pakistan, mengungkapkan dukungan atas Ghalibaf, karena ia dianggap sebagai seorang yang memiliki kemampuan untuk memajukan Iran dan memperbaiki hubungan dengan negara-negara lain.
Peringatkan AS, Iran: Jangan Uji Tekad Kami untuk Mempertahankan Tanah Air. Iran memperingatkan AS untuk tidak menguji tekad mereka dalam mempertahankan tanah air. Iran juga menegaskan bahwa mereka akan terus mempertahankan tanah air mereka dan tidak akan goyah oleh tekanan dari luar.
Ghalibaf: Hizbullah Lebih Hidup dari Sebelumnya, Tunggu Saja. Ghalibaf mengungkapkan bahwa Hizbullah lebih hidup dari sebelumnya dan menunggu saja. Ia juga menegaskan bahwa Hizbullah akan terus mempertahankan eksistensinya dan tidak akan goyah oleh tekanan dari luar.
Kesimpulannya, Bagher Ghalibaf merupakan tokoh yang kontroversial dan memiliki pengalaman luas dalam bidang militer dan pemerintahan. Ia dilihat sebagai calon yang potensial untuk menjadi pemimpin Iran di masa depan, namun hubungannya dengan AS sangat kontroversial. Reaksi internasional terhadap kemunculan Ghalibaf sangat beragam, dan Iran memperingatkan AS untuk tidak menguji tekad mereka dalam mempertahankan tanah air.
