jurnal berita sttdiadkonos – 16 Mei 2026 | Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mendesak kolaborasi untuk melindungi anak dari judi online. Perlindungan digital dan literasi harus diperkuat segera.
Latar Belakang
Belakangan ini, judi online atau judol menjadi perhatian serius karena dampaknya yang luas terhadap masyarakat, terutama anak-anak. Data menunjukkan bahwa sekitar 200 ribu anak di Indonesia terpapar judol, sebuah angka yang mengkhawatirkan.
Dampak Judol terhadap Anak
Judi online dapat memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap perkembangan anak, termasuk gangguan mental, kecanduan, dan perilaku antisosial. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat perlindungan digital dan literasi agar anak-anak dapat menggunakan internet dengan aman dan bertanggung jawab.
Langkah yang Diperlukan
Untuk melindungi anak dari judol, beberapa langkah dapat dilakukan, seperti memperkuat regulasi dan pengawasan, meningkatkan literasi digital, dan mempromosikan kesadaran masyarakat. Selain itu, peran orang tua dan pendidik juga sangat penting dalam mengawasi dan mendidik anak-anak tentang bahaya judol dan cara menggunakan internet dengan bijak.
| Langkah | Deskripsi |
|---|---|
| Memperkuat Regulasi | Meningkatkan pengawasan dan regulasi terhadap judi online |
| Meningkatkan Literasi Digital | Mengedukasi masyarakat, terutama anak-anak, tentang bahaya judol dan cara menggunakan internet dengan aman |
| Promosi Kesadaran Masyarakat | Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif judol dan pentingnya perlindungan digital |
Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholders lainnya untuk melindungi anak-anak dari judol dan mempromosikan penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab.
