jurnal berita sttdiadkonos – 14 Mei 2026 | Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Sekjen Kemenimipas) Asep melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Garut untuk melakukan evaluasi program ketahanan pangan. Ia mengunjungi Lapas Garut untuk melihat langsung implementasi program ketahanan pangan yang telah dilaksanakan oleh Kalapas dan warga binaan.
Program Ketahanan Pangan di Lapas Garut
Program ketahanan pangan di Lapas Garut telah dilaksanakan sejak beberapa tahun yang lalu. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan warga binaan, sehingga mereka dapat memproduksi makanan sendiri dan tidak tergantung pada bantuan dari luar. Sekjen Kemenimipas Asep sangat mengapresiasi program ini dan berharap program ini dapat menjadi contoh bagi lapas-lapas lain di Indonesia.
Produksi Telur di Lapas Garut
Saat kunjungan, Sekjen Kemenimipas Asep juga melihat produksi telur yang dilakukan oleh warga binaan. Produksi telur ini merupakan salah satu contoh program ketahanan pangan yang berhasil dilaksanakan di Lapas Garut. Warga binaan telah berhasil memproduksi telur dengan kualitas yang baik dan dapat dijual ke masyarakat sekitar. Sekjen Kemenimipas Asep sangat mengapresiasi dedikasi Kalapas dan warga binaan dalam pembinaan program ketahanan pangan ini.
Manfaat Program Ketahanan Pangan
Program ketahanan pangan di Lapas Garut memiliki manfaat yang sangat besar bagi warga binaan. Selain dapat memproduksi makanan sendiri, program ini juga dapat membantu warga binaan untuk memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang pertanian dan peternakan. Hal ini dapat membantu mereka untuk memiliki pekerjaan yang layak setelah bebas dari lapas. Sekjen Kemenimipas Asep berharap program ini dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan di lapas-lapas lain di Indonesia.
Secara keseluruhan, kunjungan Sekjen Kemenimipas Asep ke Lapas Garut telah membuktikan bahwa program ketahanan pangan dapat dilaksanakan dengan sukses di lapas. Program ini dapat membantu warga binaan untuk memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang pertanian dan peternakan, serta dapat membantu mereka untuk memiliki pekerjaan yang layak setelah bebas dari lapas. Sekjen Kemenimipas Asep berharap program ini dapat menjadi contoh bagi lapas-lapas lain di Indonesia.
