jurnal berita sttdiadkonos – 13 Mei 2026 | Komite Pengawas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti penemuan 11 bayi di rumah bidan, Pakem, Sleman. KPAI menilai ada indikasi pelanggaran hak anak dalam kasus tersebut.
Latar Belakang Kasus
Penemuan 11 bayi di rumah bidan, Pakem, Sleman, telah menjadi perhatian serius bagi KPAI. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan pelanggaran hak anak, terutama hak atas perlindungan dan pengasuhan yang layak.
Investigasi dan Penemuan
Investigasi awal menunjukkan bahwa rumah bidan tersebut tidak memiliki izin resmi untuk menjalankan praktik bidan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kualitas perawatan dan pengasuhan yang diberikan kepada bayi-bayi tersebut.
| No | Bayi | Umur | Kondisi |
|---|---|---|---|
| 1 | Bayi Laki-Laki | 1 Bulan | Sehat |
| 2 | Bayi Perempuan | 2 Bulan | Sehat |
| 3 | Bayi Laki-Laki | 3 Bulan | Sehat |
| 4 | Bayi Perempuan | 4 Bulan | Sehat |
| 5 | Bayi Laki-Laki | 5 Bulan | Sehat |
| 6 | Bayi Perempuan | 6 Bulan | Sehat |
| 7 | Bayi Laki-Laki | 7 Bulan | Sehat |
| 8 | Bayi Perempuan | 8 Bulan | Sehat |
| 9 | Bayi Laki-Laki | 9 Bulan | Sehat |
| 10 | Bayi Perempuan | 10 Bulan | Sehat |
| 11 | Bayi Laki-Laki | 11 Bulan | Sehat |
Tindakan dan Rekomendasi
KPAI merekomendasikan agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan bayi-bayi tersebut. Selain itu, KPAI juga menyarankan agar rumah bidan tersebut ditutup sementara waktu untuk dilakukan investigasi lebih lanjut.
Penemuan 11 bayi di rumah bidan, Pakem, Sleman, merupakan kasus yang serius dan memerlukan perhatian dari semua pihak. KPAI berharap agar kasus ini dapat diatasi dengan cepat dan bayi-bayi tersebut dapat mendapatkan perlindungan dan pengasuhan yang layak.
