jurnal berita sttdiadkonos – 10 Mei 2026 | Tragedi kekerasan kembali terjadi di Indonesia, kali ini menimpa anggota kepolisian di Lampung. Brigadir Arya Supena, seorang polisi yang bertugas di Bandar Lampung, gugur ditembak oleh pelaku pencurian motor. Peristiwa ini telah menimbulkan duka cita yang mendalam di kalangan kepolisian dan masyarakat.
Latar Belakang Kejadian
Saat tiba di lokasi, Brigadir Arya Supena langsung menghadapi pelaku pencurian motor. Namun, pelaku yang merasa terancam tersebut langsung menembak Brigadir Arya Supena. Polisi yang berani tersebut gugur di tempat akibat luka tembak yang parah.
Reaksi dari Ketua Komisi III DPR RI
Habiburokhman, Ketua Komisi III DPR RI, menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Brigadir Arya Supena. Beliau mengaku sangat terkejut dan sedih mendengar kabar tersebut. Habiburokhman juga menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap aparat keamanan tidak dapat diterima dan harus dihukum seberat-beratnya.
"Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku. Kami berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Habiburokhman.
Upaya Penangkapan Pelaku
Pihak kepolisian telah melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku pencurian motor yang telah menewaskan Brigadir Arya Supena. Tim penyelidik telah bekerja keras untuk mengumpulkan bukti-bukti dan mencari informasi tentang pelaku.
Dalam beberapa hari terakhir, pihak kepolisian telah melakukan penyisiran dan pengecekan di beberapa lokasi yang diduga sebagai tempat persembunyian pelaku. Namun, hingga saat ini, pelaku masih belum tertangkap.
Penghormatan Terakhir
Upacara penghormatan terakhir untuk Brigadir Arya Supena telah dilaksanakan di Mako Brimob Bandar Lampung. Dalam upacara tersebut, dihadiri oleh pejabat kepolisian, keluarga, dan rekan-rekan Brigadir Arya Supena.
Dalam penghormatan terakhir, Kapolda Lampung mengucapkan duka cita yang mendalam atas gugurnya Brigadir Arya Supena. Beliau juga menegaskan bahwa kepolisian akan terus melakukan upaya penangkapan pelaku dan memastikan bahwa hukum ditegakkan.
Brigadir Arya Supena meninggalkan seorang istri dan dua anak. Keluarga yang ditinggalkan tersebut sangat terpukul atas kehilangan tersebut. Namun, mereka tetap percaya bahwa kepolisian akan dapat menangkap pelaku dan memberikan keadilan bagi mereka.
Tragedi ini telah menimbulkan kesadaran bahwa tugas sebagai polisi sangat berat dan berisiko. Namun, keberanian dan pengorbanan Brigadir Arya Supena tidak akan pernah dilupakan. Beliau akan selalu diingat sebagai pahlawan yang telah mengorbankan nyawanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Peran 320 WNA Admin Markas Judol Hayam Wuruk, Telemarketi…
