jurnal berita sttdiadkonos – 19 Juli 2026 | Seorang peserta open trip asal Madiun bernama Femas (22) diduga kabur saat mengikuti tur ke Korsel. Ibu Femas, MT (56), mengaku tak tahu putranya ke Korsel.
Latar Belakang Kasus
Femas yang merupakan warga Madiun, Jawa Timur, berangkat ke Korsel bersama rombongan open trip pada tanggal 10 Februari 2024. Namun, saat rombongan tiba di Korsel, Femas tidak dapat ditemukan.
Ibu Femas, MT, mengaku bahwa putranya tidak pernah memberitahu tentang rencana perjalanan ke Korsel. MT mengaku bahwa Femas hanya memberitahu bahwa dia akan pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan.
Reaksi Pihak Travel
Pihak travel yang menyelenggarakan open trip ke Korsel mengaku bahwa Femas tidak pernah memberitahu tentang rencana kaburnya. Pihak travel mengaku bahwa Femas telah membayar biaya perjalanan secara penuh sebelum berangkat.
Pihak travel juga mengaku bahwa mereka telah mencari Femas di Korsel, tetapi tidak dapat menemukannya. Pihak travel mengaku bahwa mereka akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui keberadaan Femas.
Dampak Kasus
Kasus Femas yang kabur ke Korsel telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Banyak orang yang khawatir bahwa kasus seperti ini dapat terjadi lagi di masa depan.
Pemerintah juga telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui keberadaan Femas. Pemerintah juga mengaku bahwa mereka akan meningkatkan pengawasan terhadap perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri.
| No | Nama | Umur | Asal |
|---|---|---|---|
| 1 | Femas | 22 | Madiun |
Untuk mencegah kasus seperti ini terjadi lagi, pemerintah dan pihak travel perlu bekerja sama untuk meningkatkan pengawasan terhadap perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri.
Hal ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan proses verifikasi identitas dan dokumen perjalanan, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap orang-orang yang diduga kabur ke luar negeri.
Dengan demikian, diharapkan kasus seperti Femas yang kabur ke Korsel dapat dicegah dan tidak terjadi lagi di masa depan.
