jurnal berita sttdiadkonos – 18 Juli 2026 | Pemerintah Kota Depok saat ini sedang menyiapkan RDF (Refuse Derived Fuel) Plant di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Fasilitas ini ditargetkan mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari.
Latar Belakang
Depok sebagai salah satu kota besar di Indonesia, menghadapi tantangan besar dalam mengelola sampah. Jumlah penduduk yang besar dan aktivitas ekonomi yang tinggi menyebabkan produksi sampah yang sangat banyak. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang efektif untuk mengelola sampah tersebut.
RDF Plant: Solusi Mengelola Sampah
RDF Plant adalah teknologi yang dapat mengubah sampah menjadi bahan bakar. Proses ini melibatkan pemilahan, penghancuran, dan pengolahan sampah menjadi bahan bakar yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil. Dengan menggunakan RDF Plant, diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA dan menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan.
| No | Jenis Sampah | Jumlah (Ton) |
|---|---|---|
| 1 | Sampah Organik | 500 |
| 2 | Sampah Anorganik | 300 |
| 3 | Sampah B3 | 200 |
Manfaat RDF Plant
Implementasi RDF Plant di TPA Cipayung memiliki beberapa manfaat, antara lain:
- Mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA
- Menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan
- Mengurangi emisi gas rumah kaca
- Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah
Dengan demikian, diharapkan RDF Plant di TPA Cipayung dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam mengelola sampah dan menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan.
