jurnal berita sttdiadkonos – 15 Juli 2026 | Presiden Vietnam, To Lam, telah mengundang Presiden Prabowo dan Menteri Luar Negeri Sugiono untuk melakukan kunjungan resmi ke Vietnam. Ini menandai langkah penting dalam memperkuat hubungan antara kedua negara.
Latar Belakang Hubungan Indonesia-Vietnam
Indonesia dan Vietnam telah memiliki hubungan diplomatik yang erat sejak tahun 1955. Kedua negara telah bekerja sama dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, pertahanan, dan kebudayaan. Pada tahun 2013, kedua negara menandatangani Perjanjian Kawan Strategis, yang menandai awal dari era baru dalam hubungan bilateral.
Ekonomi dan Perdagangan
Salah satu fokus utama dari kunjungan Presiden Prabowo ke Vietnam adalah untuk memperkuat kerja sama ekonomi antara kedua negara. Indonesia dan Vietnam telah memiliki hubungan perdagangan yang kuat, dengan nilai perdagangan bilateral yang mencapai lebih dari $10 miliar pada tahun 2022. Kedua negara berencana untuk meningkatkan nilai perdagangan bilateral menjadi $15 miliar pada tahun 2025.
| Tahun | Nilai Perdagangan Bilateral |
|---|---|
| 2020 | $8,5 miliar |
| 2021 | $9,5 miliar |
| 2022 | $10,5 miliar |
Pertahanan dan Keamanan
Kedua negara juga berencana untuk memperkuat kerja sama dalam bidang pertahanan dan keamanan. Indonesia dan Vietnam telah memiliki kerja sama yang erat dalam bidang pertahanan, termasuk pelatihan militer dan penjualan senjata. Kedua negara berencana untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang ini, termasuk dengan mengadakan latihan militer bersama dan membagikan informasi intelijen.
- Pelatihan militer
- Penjualan senjata
- Latihan militer bersama
- Pembagian informasi intelijen
Dengan demikian, kunjungan Presiden Prabowo ke Vietnam diharapkan dapat memperkuat hubungan antara kedua negara dan meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang. Kedua negara berencana untuk terus bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan rakyatnya.
