jurnal berita sttdiadkonos – 12 Juli 2026 | PT Jasa Marga, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jalan tol, telah mengambil langkah untuk mendukung transportasi berkelanjutan dengan implementasi Biosolar B50 di rest area. Kolaborasi ini dilakukan bersama dengan Pertamina untuk menyediakan layanan energi yang adaptif.
Latar Belakang Implementasi Biosolar B50
Implementasi Biosolar B50 merupakan salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Biosolar B50 adalah campuran dari 50% biodiesel dan 50% solar. Dengan menggunakan Biosolar B50, diharapkan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 15% dibandingkan dengan menggunakan solar biasa.
Manfaat Implementasi Biosolar B50
Implementasi Biosolar B50 di rest area KM 57A memiliki beberapa manfaat, antara lain:
- Mengurangi ketergantungan pada BBM dan mengurangi emisi gas rumah kaca
- Menghemat biaya operasional kendaraan
- Meningkatkan kualitas udara di sekitar rest area
- Mendukung program pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca
Tahapan Implementasi Biosolar B50
Implementasi Biosolar B50 di rest area KM 57A melalui beberapa tahapan, antara lain:
- Penyediaan infrastruktur pendukung, seperti pompa bahan bakar dan tanki penyimpanan
- Pelatihan petugas rest area tentang cara menggunakan dan mengoperasikan Biosolar B50
- Pengujian kualitas Biosolar B50 sebelum digunakan
- Pemantauan dan evaluasi implementasi Biosolar B50
Dengan implementasi Biosolar B50 di rest area KM 57A, PT Jasa Marga dan Pertamina berharap dapat memberikan kontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca dan mendukung transportasi berkelanjutan di Indonesia.
