jurnal berita sttdiadkonos – 03 Juli 2026 | Ida, seorang ibu dari Tegal, mengalami kesulitan yang tidak terduga. Uang sejumlah Rp 1,54 miliar yang disimpannya untuk biaya kuliah anaknya di fakultas kedokteran rusak akibat banjir rob. Kejadian ini membuat Ida sangat terpukul karena uang tersebut merupakan hasil tabungan yang sudah dikumpulkan selama beberapa tahun.
Penyebab Kerusakan Uang
Upaya Penukaran Uang
Ida kemudian menghubungi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tegal untuk meminta bantuan. Ia berharap bahwa BI dapat membantu mengganti uang yang rusak tersebut. Setelah melakukan proses verifikasi, BI Tegal menyatakan bahwa uang tersebut memang rusak akibat banjir rob dan dapat diganti.
Proses Penukaran
Ida harus melalui beberapa proses untuk menukarkan uang yang rusak. Pertama, ia harus mengisi formulir pengajuan penukaran uang yang disediakan oleh BI Tegal. Kemudian, ia harus menyerahkan uang yang rusak tersebut beserta dokumen pendukung lainnya. Setelah itu, BI Tegal akan melakukan verifikasi dan memastikan bahwa uang tersebut memang rusak akibat banjir rob.
Setelah proses verifikasi selesai, BI Tegal akan mengganti uang yang rusak tersebut dengan uang yang baru. Ida dapat menggunakan uang tersebut untuk membiayai kuliah anaknya di fakultas kedokteran.
Dampak Banjir Rob
Banjir rob yang melanda daerah Tegal telah menyebabkan banyak kerusakan. Banyak rumah yang tergenang air, dan beberapa fasilitas umum seperti jalan dan jembatan juga terkena dampak. Banjir rob juga telah menyebabkan banyak warga kehilangan harta benda mereka, termasuk uang yang disimpan di rumah.
Oleh karena itu, penting bagi warga untuk selalu waspada dan siap menghadapi bencana alam seperti banjir rob. Mereka harus memiliki rencana darurat dan menyimpan harta benda mereka di tempat yang aman.
